MENGETUK PINTU WEST BORNEO



MENGETUK PINTU WEST BORNEO

Sebuah catatan perjalanan harianku

Judul catatan Blogku kali ini kuberi title Mengetuk Pintu West Borneo (Kalimantan Barat). Mengetuk pintu adalah unggah ungguh kesopanan ketika bertamu ke rumah orang. Konotasi dari mengetuk pintu kali ini adalah tentu saja dalam rangka mengerjakan proyek di Bidang IT. Yakni mengerjakan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di Kabupaten Sambas. Sebuah Kabupaten induk yang kemudian di mekarkan menjadi Kab. Sambas dan Kota Singkawang. Pemekaran itu mungkin kurang lebih dimulai tahun 2003-2004.

Rute Perjalanan

Untuk sampai ke Sambas, angan-anganku tentu sudah melayang jauh. Sebelum berangkat aku buka dulu Google Earth untuk mengetahui posisi dari satelit Google Earth. Wah, cukup jauh juga ya, terlihat disana ada sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas. Sungguh menakjubkan ciptaan Tuhan. Tiket penerbangan kupesan agak mendadak, dari perkiraanku berangkat di hari weekend lebih nyaman, ternyata harga tiket Surabaya-Pontianak transit JKT seharga 1.200.000an. Kemudian aku minta tolong ke langgananku travel pesawatku yang sering membantu utk menyediakan tiket terbang, Alhamdulillah dapat harga Rp 850.000,- dari Surabaya (Bandara Juanda) ke Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) lanjut Pontianak (Bandara Supadio). Berangkat dari rumah Kediri jam 01.30 dini hari naik travel , kebetulan hari itu travel hanya mengangkut aku sendirian. Jadilah seperti perjalanan pribadi :D . Sampai Surabaya masih terlalu pagi, jam 03.30 wib. Perjalanan Surabaya – Jakarta Alhamdulillah cukup lancar seperti biasanya. Dari Jakarta dilanjut penerbangan ke Pontianak jam 09.30 wib. Diperkirakan perjalanan memakan waktu 1 jam lebih 25 menit. Karena sudah pengalaman, di dalam pesawat daripada bengong , ga bisa smsan, ga bisa update Facebook, sejak sebelum hari H berangkat aku beli 2 buku saku di Togamas untuk membunuh waktu. Ada 2 buku yg kubeli yg tidak berkaitan dengan dunia pemrograman , biar gak jenuh, yaitu Menguak Tabir Kematian (buku kontroversial banget), dan sebuah buku motivator dalam berwirausaha “Menjadi Kaya Berwirausaha dari Modal Kecil” karya PEABODY diterjemahkan dari buku Lucky or Smart.

Setiba di Bandara Supadio Pontianak suasana asing masih menyelimuti perasaanku. Karena memang baru kali ini aku menginjakkan kaki di tanah West Borneo. Dengan diiringi doa di dalam hati kulangkahkan kaki ke ruang pengambilan Bagasi. Astagfirullohh, ini orang2 kok kayak rebutan sembako saja ya , gumamku. Memang suasana pengambilan bagasi semrawut, dan apalagi papan putar bagasi hanya 1 arah dan tidak memutar. Jadi begitu nongol barang-barang itu lurus saja, begitu tiba di ujung bila tidak segera diambil ya jatuh. Mungkin karena itu mereka akhirnya berdesak-desakan. Aku sih bengong cari tempat agak jauh, malas untuk berdesak-desakan, toh nanti juga kelihatan , dan ada nomornya, kemungkinan tertukar kecil.

Begitu dapat barang aku nunggu jemputan ,setelah jemputan tiba aku langsung meluncur cari warung makan. Wah bakalan wisata kuliner nih, pikirku saat itu. Singgah di suatu warung , lha kok namanya waru moro seneng. Dilihat dari namanya aku tidak asing lagi, warungnya orang Jawa pasti. Dan betul, menunya juga khas Jawa. Yah terpaksa pilih apa adanya tidak sesuai harapanku pengen nyoba makanan Pontianak.

Setelah perut kenyang, aku cari hotel untuk istirahat sampai maghrib nanti. Karena jadwal berangkat ke Sambas cukup melelahkan, yakni sekitar 5-6 jam perjalanan darat. Pukul 19.30 wib, aku bersama 2 rekan dari Pontianak meluncur ke Sambas. Karena malam hari, aku kurang bisa menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Hanya saat lewat di Kota Singkawang, terlihat “Keindahan“ kehidupan malam disana. Banyak berderet kafe-kafe dengan lampu redup (sengaja redup mungkin) karena semua kafe lampunya temaram, menambah keromantisan pengunjung kafe. Kata orang , Singkawang ini Kota Amoy. Karena penduduknya mayoritas etnis Tionghoa dan kemolekan gadis-gadis Singkawan yang cukup terkenal di daratan Borneo Barat ini. Keluar dari Kota Singkawan perjalanan darat cukup lancar juga, dari Pontianak ke Sambas jalan sudah aspal semua. Padahal perkiraanku bakal lewat hutan yang jalannya becek dan makadam, ternyata KELIRU. Sudah lumayan ternyata.


Hari Pertama di Sambas

Begitu sampai di Sambas, aku harus segera memulai pekerjaan utamaku, yakni mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) di Badan Kepegawaian Daerah Kab. Sambas. Karena Program Simpeg sudah pernah membangun, maka tinggal penyesuaian sedikit-sedikit, dan konsentrasi pada pekerjaan migrasi data , penyesuaian report dan pengumpulan data-data pelengkap. Pekerjaan ini aku target 2 minggu selesai. Tidak dinyana, migrasi data aku lakukan hanya dalam waktu 1 hari. Karena memang aku sudah menemukan “kunci” dari semua hal yang dibutuhkan . Jadi apa dan bagaimana aku sudah memiliki itu. Dan juga , psikologis programmer mempengaruhi, ketika jauh dari keluarga, semua kemampuan bisa maksimal 101%. Pihak Pimpinan Proyekpun lega melihat model kerjaku.

Pembaca Blog yang budiman, tulisan ini masih belum selesai, masih ada kelanjutannya ...aku sudahi dulu sementara ini. Ada yang bisa aku sharing mengenai suatu nilai-nilai yang mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca terutama yang ingin berkecimpung di dunia IT yg ingin berprofesi sbg programmer.

Dulu, ketika saya memutuskan untuk berwirausaha sebagai Programmer Freelance tidak pernah menyangka terbang jauh ke Sambas. Untuk digaris bawahi, saya tidak menyebut diri saya sudah sukses karena bisa terbang jauh dan mengimplementasikan program. Posisi saya hanya menjalankan suatu Proses. Proses berwirausaha sudah saya mulai sejak 5 tahun lalu. Memang mimpi saya adalah banyak singgah di daerah-daerah di Indonesia, tahu ragam budaya Indonesia Raya, dan bisa mencicipi makanan khas daerah setempat. Cerita unik lain adalah banyak yang bertanya bernada menawari , apakah saya tidak mencoba daftar jadi PNS ? Pertama kali saya mendengar pertanyaan itu saya kaget, bingung dan berbunga. Kemudian saya pun menemukan jawaban yang melegakan tanpa menyinggung penanya. Pertama saya mengucapkan kata terima kasih kalau itu tawaran yang tidak tanggung-tanggung. Kedua saya menjawab dg memberi kisah kenapa saya terjun di dunia IT ini 100%, tidak sekedar sambilan. Latar belakangnya, banyak proyek IT gagal karena hanya untuk sambilan atau tidak berkompeten dalam bidang IT. Sayang sekali dana sebesar itu gagal total. Keluhan dari orang2 berbagai kalangan mengilhami keputusan saya untuk terjun total. Ketiga (jawaban yang sedikit bermakna), biarlah masing-masing memiliki cara dalam mengabdi pada negara ini. Sementara orang memilih PNS sebagai pengabdian, pun saya juga mengabdi dengan membangun dari sisi IT menjadi partner Pemerintahan dan betul-betul ada hasil nyata yang dicapai.



Salam dari jauh


Sambas, 24 Oktober '09

Implementasi SIMPEG ke Sambas - Kalbar

Kali ini perjalananku menuju kota yang belum pernah aku singgahi. Cukup jauh juga. Dari Surabaya terbang ke JKT , transit sebentar lanjut ke Pontianak. Kemudian perjalanan darat ke Sambas. Semoga proyek SIMPEG disana dapat terselesaikan dg cepat. Rekan2, mohon doanya.


(ditulis di Bandara Juanda di ruang tunggu)

LOWONGAN PROGRAMMER DELPHI DI KEDIRI

LOWONGAN PROGRAMMER DELPHI DI KEDIRI

Dibuka kesempatan bekerja di bidang IT sebagai PROGRAMMER.

Syarat Teknik/Skill :

1. Memahami dan pengalaman memakai Delphi (middle&beginner level ),

2. Faham Ms SQL Server/My SQL (middle level ).


Syarat Non Teknis :

3. Domisili di Kediri,

4. Usia/Pendidikan/Jenis Kelamin tidak dibatasi.

5. Semangat belajar tinggi , Ulet, sabar, jujur, tak mudah putus asa ketika ada error

6. Bisa bekerja sama dengan TIM, bisa bekerja secara Online

7. Memiliki kendaraan sendiri dan Laptop merupakan nilai tambah


Kirimkan lamaran serta CV+scan (foto+ktp+ijasah terakhir) syarat anda ke email : cvrekadata@yahoo.co.id , Tulis gaji yang diinginkan.

Berhubung kebutuhan mendesak untuk mengerjakan beberapa proyek disarankan secepatnya mengirimkan via email.


Terimakasih

Sulitnya cari Kader Programmer (di Kediri)


Sulitnya cari Kader Programmer (di kampung halaman)

Programmer Komputer adalah seseorang yang bekerja membuat suatu program yang nantinya dijalankan pada suatu komputer yang disusun dari bahasa pemrograman. Entah aplikasi itu berbasis desktop maupun web base. Seseorang yang menguasai dan menyusun kode-kode program menjadi suatu program jadi. Ilmu yang harus dikuasai tentu saja hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan program itu sendiri. Ada banyak bahasa pemrograman, mulai dari yang under DOS dulu misalkan Quick Basic, Foxpro, Clipper, Fortran, Cobol, dsb. Seiring waktu, generasi bahasa program terus berkembang misalnya Visual Dbase, Visual Foxpro, Visual Basic, Delphi, Borland C, PHP , ASP , Java, .Net , dll.
Selama kurang lebih 4 tahun aku bermukim di Kota Tahu , Kediri, terus melakukan pencarian bibit-bibit untuk jadi calon Programmer. Saya sengaja menulis kata “untuk jadi calon programmer“, sebab sulit sekali mencari yang sudah jadi programmer. Sulit sekali (titik). Selain saya memiliki usaha dibidang softwarehouse secara mandiri, rasanya tidak mungkin terus menerus saya bekerja tidak dalam sebuah tim. Secanggih apapun seorang programmer bila bekerja sendirian akan semakin tidak efektif dan efisien. Mungkin bisa dihitung standar kekuatan programmer adalah 1 programmer menghandle maksimal 3 project. Itupun project yang berskala kecil sudah sangat ketat sekali, apalagi kalau salah satunya big project atau bahkan tiga-tiganya big project , dan apalagi ada yang diluar kota atau bahkan tiga-tiganya diluar kota. Ufhh, cape’ deh.... (Bayangkan kalau ada 10 project ???)
Tulisan ini sengaja saya tulis untuk memotivasi adik-adik mahasiswa yang bergelut dalam bidang programming. Oleh karena itu saya akan sedikit meriwayatkan masa-masa kuliah dulu. Untuk lebih nyantainya, kata “saya” diganti dengan mode “aku”.
Awal pencarian, aku mulai dari kampus yang meluluskan para sarjana Informatika yang ada di Kediri. Namun selama 3 tahun berjalan silih berganti adik-adik mahasiswa itu menunjukkan “kelelahan” dalam belajar ilmu pemrograman. Ternyata, semakin masuk ke dalam “hutan” coding program , semakin pusing. Banyak pengorbanan waktu dan tenaga untuk meluangkan belajar lebih. Pada awalnya mungkin semangat 45, namun semangat itu berangsur-angsur padam.

Sementara itu, aku yang menjadikan IT ini sebagai “Ladang“ penghidupan keluarga harus tetap berlanjut terus walaupun belum menemukan partner programmer. Tapi sebelum IT menjadi profesi saya (saya lebih senang menyebut bukan profesi, tapi sebut saja HOBI, jadi selama ini saya tidak bekerja tapi punya hobi  ), tentunya saya juga sama seperti adik-adik mahasiswa. Dimana sama-sama pernah belajar dan susah sekali menelaah coding-coding program itu. Yang membedakan adalah mungkin dulu sangat minim sekali akses internet, kalaupun ada masih mahal per jamnya. Tidak seperti saat ini, hampir disetiap jalan ada warnet, di tempat-tempat tertentu ada Free Hotspot, disekolahan ada Free hotspot , dsb.
Dan apalagi pekerjaan programmer pun statusnya wirausaha, banyak yang takut dalam berwirausaha dibidang IT terutama menjadi programmer. Bukannya tidak menghargai menjadi programmer di suatu kantor/perusahaan. Selama pekerjaan itu halal insyaalloh berkah. Dan karir saya dulu juga berawal dari menjadi programmer di suatu perusahaan Distribusi Bahan Bangunan skala nasional.
Aku tidak pernah berpikir akan menjadi seorang programmer komputer. Sama sekali tidak ! Plan A : Lulus SMA nerusin ke AKABRI, gagal. Plan B : kuliah Jurusan Arsitektur, gagal pula. Dalam keputus-asaanku , kutemukan selembar brosur pendidikan Diploma 1 Pemrograman Komputer, saat itu aku mencari-cari sendiri kuliah di Malang. Entah jurusan apa itu , memang pada tahun 1996 tidak banyak informasi yang aku dapat mengenai komputer. Yang aku tahu masa-masa SMP/SMA dulu hanya belajar mengetik Wordstar (jadulnya MS Word ). Itu saja, tidak ada yang bisa diistimewakan perihal komputer waktu itu. Akhirnya masuklah dengan rasa campur aduk , bagaimana masa depanku nanti. Pokoknya “keluar dari rumah“ dulu, ingin merasakan kuliah jauh dari orangtua.
Selama proses kuliah itu pun ada rasa minder, karena kampus D1 Pemrograman Komputer itu terletak di Puskom Univ. Brawijaya, jadi tidak memiliki kelas dan kampus sendiri. Kelas selalu menggunakan gedung RKB (Ruang Kuliah Bersama). Dan terlebih lagi mata kuliah yang diajarkan sesuatu yang membuat aku pusing mau muntah-muntah. Saat itu aku dibuat pusing dengan mata kuliah yang bernama Algoritma, Quick Basic, Pascal, dan Cobol. Bener-bener ga mudeng. Tapi karena ini adalah Diplomat 1 yang hanya berdurasi 1 tahun , maka tidak ada namanya mata kuliah mengulang, hanya berlaku sekali jalan. Mau tidak mau aku harus telan semua itu. Nah dalam proses menelan mata kuliah yang kalau kita lihat dengan kacamata sekarang , ya kuno banget, wong sekarang sudah ada Delphi, PHP, .Net dsb. Pembaca yang budiman, harap diingat ini sekedar riwayat saja.
Nah, proses menelan itu ada ceritanya juga. Selain kuliah dengan beban tugas dari dosen-dosen ada kebiasaanku waktu itu, yaitu membeli suatu tabloid komputer setiap edisi miggunya, karena harganya yang lebih murah dari buku di toko buku, aku memilih beli tabloig yang hanya Rp 3.000,- (Tiga Ribu Tupiah). Tabloid mingguan KOMPUTEK namanya. Dari uang bulanan yang hanya pas-pasan perbulan aku sisihkan untuk beli tabloid itu. Kalaupun gak mampu beli tabloid itu , aku beli-beli edisi yang terlewati di Mojopahit (pasar buku-buku bekas di Malang) . Tidak seperti Tabloid Komputek sekarang, kalau dulu Tabloid itu banyak membahas soal programming , mungkin 50% programming dan 50% IT umumnya. Itu yang sangat aku suka di Tabloid Komputek , banyak rubrik yang membahas pemrograman disertai source codenya, terutama pascal. Buku-buku yang populer untuk pemrograman Pascal saat itu mungkin Djogianto Jilid I dan II. Sedikit sekali referensi buku pemrograman Pascal saat itu. Dan itupun aku gak punya komputer pribadi, masih jarang sekali teman-teman kost punya PC. Mencobanya ke rental komputer saja, yang per Jamnya hanya Rp 300 (Tiga Ratus Rupiah), dari tahun ke tahun mulai dinaikkan , dari 300 menjadi 500 lalu 700 hingga 1.000.
Tiap ada tugas pemrograman dari Dosen, aku kerjakan di Rental, sering sekali aku mencari rental yang 24 jam buka, karena biasanya ada discount paket khusus diatas jam 23.00 s/d 06.00. So, aku mulai terbiasa dengan “kehidupan malam“ di tahun 1996. Tidur di atas kursi di rental komputer sudah terbiasa sampai-sampai sering juga penjaga rental kadang aku bangunin karena aku mau pulang subuh. Dan tentu saja jadi kenal baik sama orang-orang rental komputer. Selain tugas kuliah, aku malah seringnya mencoba menulis kembali source code dari Tabloid Komputek itu. Ya ! hanya sekedar mencontoh mengetik lagi source code itu mulai dari awal. Jika aku compile dan muncul error message maka aku cocokkan lagi dengan di Tabloid itu, apa yang salah ya ? Dari kebiasaan itulah aku jadi terbiasa “ngoding“. Sering menemukan error karena salah ketik. Namin ketika di compile sukses, wah senengnya minta ampun. Dari error message situlah aku mulai memahami program. Ohh kalo salahnya ini pasti kurang ini kurang itu dsb. Kemudian dari situ aku mencoba utak atik sendiri apa yg mungkin bisa membuat beda, misalkan hanya mengubah warnanya, ukurannya, fungsinya, procedurenya dsb. Setelah terbiasa ngubah-ngubah, lalu pahamlah apa itu fungsi dan procedure. Kemudian aku mencoba membuat fungsi dan prosedur sendiri dengan masih tetap mencontoh dari yang ada di Tabloid. Begitu terus akhirnya menjadi suatu semacam ketagihan. Apalagi pada suatu malam tertentu di tempat rental aku sering melihat ada seseorang yang juga ketik-ketik sesuatu beda dengan yang lain. Kalau orang lain ngetik pake Ms Word di Windows 3.1, tapi orang ini aku lihat ngetik dengan latar belakang biru saja, sepintas aku lihat adalah Pascal. Tapi begitu dicompile hasilnya dalam modus grafik, bagus sekali. Dalam hatiku apa mungkin Pascal bisa dalam bentuk grafik. Maksud grafik disini bukan grafik yang dalam bentuk batang, pie atau lainnya tapi memiliki tampilan mirip seperti windows saat itu. Karena pada umumnya pascal, basic, Foxpro jika sudah menjadi exe outputnya sangat terbatas 80x24 karakter (kalo tidak salah , sudah lama sekali sih). Jadi kalao di jejer, hanya 80 karakter ke kanan (horisontal) dan 24 karakter ke bawah (vertikal). Dan saat itu Pascal modus Grafik sangat terbatas yang bisa. Selama kuliah tidak pernah aku mendapatkan materi Pascal modus grafis, hanya mencari sendiri di luar kuliah.
Kembali lagi ke sosok misterius itu, singkatnya kami mulai berteman. Kebetulan dia menyapa aku, “lagi ngerjakan apa Dik ? ¬"Sapa orang itu. Tugas Pascal , jawabku. Kemudian mengalirlah pembicaraan itu seputar program pascal, yang kebetulan orang berjenggot dan berkopyah bundar putih itu kuliah di Unibraw Jurusan Matematika. Dia mengerjakan Skripsinya yang membahas tentang rumus-rumus matrik dan vektor yang diterapkan pada pascal. Ketika itu langsung aku di tunjukkan sebagian hasil programnya. Karena saat itu aku baru belajar, maka melihat pascal modus grafis, sangat kagum. Kok bisa ya Pascal seperti itu. Itulah awal ketertarikanku. Yang mendorong aku selalu ngutak ngatik Pascal tiap malam.
Singkat riwayat, aku memutuskan untuk alih jenjang ke D III Manajemen Informatika dan Teknik Komputer Unibraw Malang. Ada kelanjutan dilain waktu masa-masa kuliah di Diploma III ini.
Dari rwayat tadi , setelah kurenungkan ternyata ada hikmah yang kudapat , dan hikmah itu aku sadari setelah sekian lama kujalani terus proses hidup.
Nilai-nilai itu adalah :
1. Aku gagal dalam meraih rencana hidup yang kususun sejak SMA , kecewa boleh, namun aku hanya sebentar saja kecewa pada diriku sendiri, hidup harus jelan terus. Sementara untuk melanjutkan hidup kususun plan lainnya langsung. Kalo boleh bertanya saat itu tidak habis-habisnya aku berdoa dan berdoa dan sering bangun malam, siangnya puasa sunnah. Kenap kok masih gagal ? Dan sering ada pertanyaan dalam hati setelah mengalami kegagalan , mengapa Doaku tidak terkabul ? Padahal aku kan sudah sholat malam dan puasa ? Inilah pertanyaan saat muda dulu yang mungkin belum mengerti apa-apa soal hidup. Dan ternyata Alloh memberikan jalan lain.
2. Kuliah di luar kota jauh dari orang tua ternyata bisa mengasah mental dan karakter , lebih berpeluang belajar mandiri (belum mandiri, tapi berpeluang belajar lebih mandiri). Karena waktu hanya kita yang mengatur sendiri, paling-paling ibu kost ngomel-ngomel. Makanya dulu aku cari kost yang bisa keluar masuk kost kapan saja. Membuat kita mudah berkativitas di kampus tanpa kuatir pintu kost di kunci.
Memang belum ada suatu penelitian yang mengatakan kalau ingin belajar mandiri harus kuliah ke luar kota. Hal itu terpulang kembali pada masing-masing individu. Ini hanya sekedar berbagi pengalaman saja. Mungkin, karena jauh dari rumah yang diberi uang saku dan uang kost pas-pasan membuatku harus berhemat. Jauh dari fasilitas rumah membuat waktu jadi efektif belajar dan belajar efektif.
Ada hal-hal yang mungkin saja kalau kuliah di dalam kota sendiri menjadi berpeluang kecil belajar mandiri, misalkan begitu pulang kuliah sudah tersedia makanan di meja makan tinggal melahap saja tanpa pusing mencari makan dan berbagai pertanyaan seputar anak kost ketika mencari makan. Apalagi kalo ada yang belajar masak sendiri, wah seru itu.
Kemungkinan kalau kuliah di dalam kota, karena masih 1 rumah dengan orangtua maka waktu belajar tidak seutuhnya digunakan hal-hal yang berbau kampus, karena harus berangkat jika ortu nyuruh ini itu, tetangga minta tolong ini itu, saudara minta tolong ini itu.
Kedekatan dengan ortu membuat kita bisa minta uang saku setiap kita mau. Jadi tidak terlatih mengatur uang saku sendiri. Fasilitas rumah kadang membuat kita terlena.

Lantas apa dong yang bisa didapat sisi positifnya dari kost karena kuliah di luar kota ?

Dengan kondisi yang serba terbatas , waktu hanya digunakan untuk belajar, kalau jenuh di kost sendirian seorang mahasiswa akan cenderung main ke kostnya temen (silaturahim) , karena masih satu jurusan maka pasti ngobrolnya seputar kuliah atau kegiatan seputar kampusnya. Karena belajar tidak harus melulu membaca buku, bisa juga melalui ngobrol di kost teman sambil diiringi Mp3. Kebiasaan seringnya interaksi sesama mahasiswa yang ngobrol soal kuliah itulah yang jarang ditemui di sini tempat penulis tinggal.
Faktor Lingkungan, disekitar kampusku dulu juga mendukung sekali. Dimana setiap pagi kita melihat teman-teman baik cowok or cewek berangkat kuliah. Pemandangan itu membuat alam bawah sadar kita secara tidak langsung merekam untuk memfokuskan pada kuliah-kampus , kuliah-kampus dan kuliah-kampus terus menerus. Beda dengan dirumah sendiri, lingkungan sekitar mungkin kurang mendukung, pagi-pagi tetangga kita masih jagong di warung sebelah, ada juga yang siram-siram tanaman, ada yang baca-baca koran, ada juga yang berangkat kerja, ada juga ibu-ibu belanja ke pasar. Sehingga membuat pikiran tidak tertuju pada kampus. Kecenderungan-kecenderungan lingkungan seperti itulah yang membuat seorang mahasiswa secara tidak langsung terbawa juga keadaan lingkungan. (Lingkungan yang mendukung itulah yang tidak ada disini).

Juga aktivitas kampus sangat kentara sekali , antar fakultas bersaing mengadakan suatu event yang berbau science maupun entertaiment. Berarti ada aktivitas belajar berorganisasi. Belum lagi kalo mahasiswa yg disebut aktivis, wah tentunya cerita lain lagi itu. (Semangat beraktivias itulah yang tidak aku rasakan di sini).
Waktu, full kita yang ngatur. Mau kuliah ok , mau tidak berangkat kuliah juga silakan, tapi kalo sering tidak kuliah karena alasan malas pasti ada perasaan malu, bakal ada cap mahasiswa abadi jika tidak lulus terus.
Tugas kuliah, jika ada tugas kuliah kelompok, seringnya semua yang bekerja. Ada semacam kebiasaan anak kost acara kumpul-kumpul di kostnya salah satu anggota kelompok. Kalo ada salah satu anggota nggak hadir pasti di colek sama temen-temen, ”Eh rugi banget kamu kemaren ga datang, kita rame-rame rujakan sambil ngerjakan tugas”. (Kebersamaan itulah yang tidak aku rasakan disini).
Kondisi kost, begadang adalah kondisi yang sering kujumpai saat kuliah di Malang dulu. Begadang mengerjakan tugas sampai larut sudah hal yang biasa di satu kost-kostan yang terdiri dari 15 kamar. Kondisi kost yang berdekatan membuat orang akan sering berinteraksi sesama mahasiswa. 1 Kamar kost yang mungkin berukuran 3x3 membuat interaksi semakin fokus. (Jarang sekali kutemukan teman-teman disini begadang sampai larut mengerjakan tugas, yang ada larut main PS2 sampai pagi)

(Saya minta maaf kalau ada kata/kalimat yang belebotan, sebab ini sekalian belajar mengetik tanpa melihat keyboard)

Tips Menjalin Relasi

Bekerja sebagai programmer Freelance membuatku “harus” berhubungan dengan client sebagai mitra kerja yang sekaligus menjadi “BOSS“ saya. Berbagai latar belakang client yang mereka miliki , aku harus bisa “masuk” menyelaminya. Memahami dengan baik soal bidang kerjanya, alur bisnisnya, karakternya sampai pada sense of humor yang dia punya. Sering sekali ada hal-hal yang membuat diri ini harus menyesuaikan diri dengan cepat. Namun aku menikmati sekali relasi semacam ini. Dimana antara aku dan client , yang sebelumnya tidak kenal sama sekali, lalu berjabat tangan saling memperkenalkan diri, ngobrol ngalor ngidul basa basi yang bisa membuka pembicaraan soal sistem, negosiasi, dan akhirnya deal or not deal, sampai menuntaskan pekerjaan harus beberapa kali saya berkunjung ke tempat client. Sehingga terjalin kontak komunikasi yang lumayan sering harus kulalui.

Dengan berbagai macam orang yang aku kenali itu kita harus bisa memberikan kesan pertama yang begitu menggoda (kata iklan) tapi masih dengan kewajaran. Intinya kita harus memiliki suatu sikap yang baik dan profesional. Kadang profesional tidak selalu baik, kadang bersikap baik bisa dibilang tidak profesional.

Dalam pemikiranku Deal or Not Deal itu urusan belakangan, yang terpenting bersikap dengan baik pada calon client. Menurut pengalamanku ada beberapa sikap yang harus kita persiapkan :

  1. Bersikap sewajarnya untuk memperkenalkan diri pada client yang baru kita kenal. Jangan belum-belum sudah ngomong nego soal harga, atau kita memperkenalkan keahlian kita , kita tonjol-tonjolkan keahlian program kita pada mereka. Justru malah akan memberikan kesan “ngunggahi” (dalam bahasa Jawa, indonesianya mungkin over acting) .
  2. Sopan dalam berkata dan sopan dalam berpakaian. Itu menandakan kita sudah menghargai mereka dan menghargai diri sendiri.
  3. Selami lawan bicara kita intelektualitasnya dalam bidang IT. Karena yg kita tawarkan adalah produk IT, maka sebelum banyak nyrocos ngalor ngidul lebih baik kita tahu kondisi lawan bicara. Jangan langsung kita bicara bahasa-bahasa syntax program yg tidak dimengerti oleh lawan bicara kita, kalo memang lawan bicara kita tidak faham soal program terlalu dalam jangan pakai kosakata yg syulir dimengerti. Bisa-bisa BT orangnya. Kita pakai bahasa yang sepadan dengan tingkat kemampuannya.
  4. Selingi pembicaraan dengan humor-humor segar biar suasana lebih cair. Kalo tegang terus, suasana jadi kaku, tegang dan kurang akrab. Namun kalau kebanyakan humor juga kurang terlalu baik.
  5. Persiapkan hal-hal yang mendukung daya tawar produk kita, entah itu proposal, literatur atau pun demo program.
  6. Datang dengan jadwal ketemuan yang disepakati bersama. Jangan sampai datang tiba-tiba tanpa ada janjian. Bisa mengganggu jadwal client kita.
  7. Usahakan ketemu pada jam kerja yang efektif , usahakan jangan jam mau pulang kerja. Atau lebih baik janjian dahulu , kalaupun ingin sesudah jam kerja asalkan disepakati bersama juga tidak masalah asalkan sepakat.
  8. Memberikan semacam pujian/penghargaan terhadap dirinya kadang perlu disisipkan saat ngobrol.
  9. Mampu menjelaskan secara rinci dan sistematis produk IT kita. Hal ini menujukkan kapabilitas kita , kalo di perusahaan istilahnya product knowledge harus kita kuasai.
  10. Kalau ada kata-kata yang tidak mengenakkan , menjurus menyepelekan produk kita, ambil positifnya saja. Jangan meng-counter atau berdebat lebih panjang. Terima saja dan bersikap profesional. Artinya apabila deal harga yang tidak sepadan dengan yg kita tawarkan lebih baik kita ambil jalan tengah untuk mengajukan penawaran ulang dengan fitur alternatif sesuai harga. Apabila tidak deal juga, jangan berkata ya, tapi hati tidak berkenan, nanti jadi setengah-setengah kita bekerja. Lebih baik berkata tidak dengan baik tapi sepenuh hati daripada berkata ya tapi setengah-setengah.
  11. Kalau kiranya pembicaraan dirasa cukup, lebih baik kita akhiri dengan sopan. Kalau terlalu lama ngobrol juga kurang baik.

Dari hal-hal diatas, banyak cerita yang sering kali terjadi dilapangan. Dan bahkan baru saja penulis kedatangan tamu yang belum aku kenal sama sekali datang ke rumah disaat sedang asik-asiknya bikin program. Tiba-tiba dia minta diajarin cara-cara modifikasi upload websitenya. Tidak jelas apa yang diinginkannya, apakah ini hubungan bisnis atau sekedar minta diajari, padahal deadline kerjaan sangat padat. Nah, menghadapi hal itu tetap kita harus bersikap sopan . Kita perkirakan apakah pembicaraan ini sampai berlangsung lama ? sampai menyita waktu 1 jam lebih ? maka langsung saja kita buat suatu agenda ketemuan untuk jadwal berikutnya. Kita tidak tahu dari pertemuan itu menjadi rejeki atau tidak. Jangan di tolak namun juga kita bisa mengatur waktu pertemuan ini.

Pengalaman menghadapi client dari kalangan pengusaha, militer, akademisi, ukm, pemerintahan, kalangan pondok pesantren atau sesama IT telah saya cicipi. Mungkin akan saya tulis pada tulisan berikutnya. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran bagi penulis dan mungkin pembaca. Semoga....(dan baru saja dapat telepon juga dari orang yang dulu menjadi temannya teman saya , teman saya punya teman dan temannya punya teman bahwa dia akan menghubungkan dengan rekannya utk order program, bingung tho ?? )

Tanamlah hubungan yg harmonis dengan sesama, maka hubungan itu akan tumbuh seperti tanaman, yang akan menjadi bunga suatu saat nanti, kadang bunga itu memang ditentukan Yang Maha Mengatur untuk kita petik hasilnya.

Gempa di Blitar

GEMPA DIRASAKAN

Tanggal28/07/2009-19:50:51 WIB
Kekuatan5.4 SR
Kedalaman13 Km
Lokasi8.88 LS 112.48 BT
Keterangan :
Pusat gempa berada di laut 96 km Tenggara BLITAR--Jawa Timur
Dirasakan (MMI) :
III-IV karang kates,II-III Tulung Agung,II Bantul,II-III Blitar

Akhirnya ke Jakarta juga


Akhirnya ke Jakarta juga


Perjalananku kali ini ke kota yang katanya kejam, tidak pernah tidur alias hidup 24 jam nonstop, terkenal juga dengan macetnya dan banjirnya kalau musim hujan, ya, Ibu Kota Jakarta. Tak kusangka ku bisa kembali setelah 4-5 thn pernah merasakan Jakarta.Ya , mungkin hampir 4 tahun aku tidak berkunjung ke Jakarta. Hematku, kenapa ke Jakarta kalau tidak ada perlu ? Malah bikin sumpeg Jakarta. Ke Jakarta harus ada tujuannya yang jelas.

Akhirnya ke Jakarta juga perjalananku kali ini. Rencanaku ke Jakarta naik kereta api saja dari Kediri, KA Eksekutif Gajayana. Selain dekat ke stasiunnya juga karena sudah lama aku tidak pernah merasakan kereta api. Biarpun perjaanan semalaman , namun biasanya aku bisa menikmati perjalanan dengan jalan-jalan ke restorasi malam-malam disaat penumpang lain lelap tertidur. Namun, tidak disangka, tidak mudah mendapatkan tiket KA Gajayana. Inikan musim liburan sekolah !! So sangat sulit cari tiket. Dan harganya mahal juga. Pilihanku selanjutnya adalah kembali ke Pesawat Terbang. Yah, rencanaku naik KA gagal deh.


Sesampai di JKT, aku lanjutkan pekerjaanku di suatu instansi pemerintah yang terletak di JL Salemba Raya. Kali ini membuat aplikasi Sistem Informasi Tata Surat (SITAS) . Dengan harapan, manajemen surat masuk dan keluar bisa terkontrol dengan baik. Juga kutemukan berbagai permasalahan yang ternyata tidak mereka sadari. Bak seorang wartawan, aku mencoba mengajukan beberapa pertanyaan seputar sistem surat menyurat dan mencoba menggali permasalahan apa saja yang mungkin terjadi. Tidak mudah membuat pertanyaan yang bisa memancing untuk mendapatkan berbagai permasalahan. Meluncur bgitu saja dari mulutku dengan didukung sedikit pengalamanku di bidang sistem informasi ini.

Semoga, SITAS ini bisa saya selesaikan dan bisa bermanfaat bagi pekerjaan clientku. Prinsipku, tanam bibit di ladang dengan baik, biar tunasnya mengembang sendiri....tlaten panen.

Amin....

Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Project on Progress

Project on Progress
Sistem Informasi Akademik

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum